Artikel untuk mom and kiddie
Rubrik TODDLER edisi 2 tahun VII
Tema : Cara hadapi si ‘ilmuwan’ cilik (usia toddler),
anak tertarik mengolah hal-hal yang berhubungan dengan matematika dan peristiwa
ilmiah.
1. Si kecil hobi pencet-pencet tombol
elektronik, bongkar pasang mainan atau peralatan rumah tangga (kipas angin,
remote, laptop, hp, dispenser, dll). Ia juga senang mengamati bentuk-bentuk
benda di sekitarnya, menyentuh dan menghitung benda di sekililingnya. Ia juga
memiliki perhatian yang tinggi terhadap detail bentuk benda. Mengapa ia suka
mengutak-atik benda yang menarik baginya?
2.
Apakah hal ini wajar/normal dalam
perkembangan anak?
Anak suka mengutak-ngutik alat elektronik, remote, suka membuka baterai remote atau suka membongkar pasang mainannya. Hal itu wajar, karena pada stage perkembangannya sekarang sang anak sedang tahap ingin tahu, semua hal terlihat menarik, Ia ingin tahu mekanismenya kerja suatu hal.
Usia toddler adalah dimana usia sang explorer tumbuh. Usia ini anak ingin mengeksplorasi benda-benda disekelililingnya. Physical exploration atau eksplorasi fisik bagi mereka sangat penting. Itulah cara mereka belajar tentang hal-hal disekelilingnya. Jangan heran jika banyak mainannya yang rompal, ada beberapa bagian yang ternyata menghilang atau malah ada beberapa bagian yang bertambah. Ia mulai menumbuhkan kemampuannya dalam berpikir sebab akibat. Jika bonekanya Ia masukan ke air maka bonekanya akan basah. Jika bonekanya Ia keringkan dengan hairdryer maka, bonekanya akan menjadi Kering. Jika botol minumnya dimasukkan ke dalam kulkas, maka airnya akan menjadi dingin. Maka jangan heran jika anak berkali-kali memasukkannya mainannya atau barang-barang lain kedalam kulkas hanya untuk melihat apa yang akan terjadi dengan benda -benda tersebut. Juga jangan heran jika anak berkali-kali mengeluarkan baterai dari remote AC, remote TV atau mainannya, Ia mulai mempelajari ketika baterai ada di dalam mainannya atau benda elektronik lainnya, benda tersebut dapat bekerja, namun ketika baterainya dikeluarkan maka mainannya tersebut tidak dapat bekerja.
Anak suka mengutak-ngutik alat elektronik, remote, suka membuka baterai remote atau suka membongkar pasang mainannya. Hal itu wajar, karena pada stage perkembangannya sekarang sang anak sedang tahap ingin tahu, semua hal terlihat menarik, Ia ingin tahu mekanismenya kerja suatu hal.
Usia toddler adalah dimana usia sang explorer tumbuh. Usia ini anak ingin mengeksplorasi benda-benda disekelililingnya. Physical exploration atau eksplorasi fisik bagi mereka sangat penting. Itulah cara mereka belajar tentang hal-hal disekelilingnya. Jangan heran jika banyak mainannya yang rompal, ada beberapa bagian yang ternyata menghilang atau malah ada beberapa bagian yang bertambah. Ia mulai menumbuhkan kemampuannya dalam berpikir sebab akibat. Jika bonekanya Ia masukan ke air maka bonekanya akan basah. Jika bonekanya Ia keringkan dengan hairdryer maka, bonekanya akan menjadi Kering. Jika botol minumnya dimasukkan ke dalam kulkas, maka airnya akan menjadi dingin. Maka jangan heran jika anak berkali-kali memasukkannya mainannya atau barang-barang lain kedalam kulkas hanya untuk melihat apa yang akan terjadi dengan benda -benda tersebut. Juga jangan heran jika anak berkali-kali mengeluarkan baterai dari remote AC, remote TV atau mainannya, Ia mulai mempelajari ketika baterai ada di dalam mainannya atau benda elektronik lainnya, benda tersebut dapat bekerja, namun ketika baterainya dikeluarkan maka mainannya tersebut tidak dapat bekerja.
3.
Apa yang menyebabkan rasa ingin tahunya begitu besar?
Yang menyebabkan rasa ingin tahunya yang sangat besar
adalah tahap perkembangannya yang memang sedang dalam tahap mengeksplorasi,
tahapan tersebut Ia pelajari dengan cara mencoba berkali-kali (pengulangan)
dalam rasa keingintahuannya. Ia sedang
memuaskan kebutuhannya untuk mencari tahu tentang hukum sebab akibat di
sekelilingnya, mencari tahu tentang cara kerja sesuatu benda. Jangan redam
rasa ingin tahunya, pupuk terus. Karena hal itu adalah akar dari pembelajaran
seumur hidup
(life long learning) yang membuat orang dewasa menjadi
lebih tertarik untuk terus belajar segala hal(life long learner). Banjiri dia
dengan Hal-hal menarik di sekelilingnya yang dapat Ia cari tahu. Terangkan
dengan bahasa yang sederhana yang sesuai dengan usianya dan intonasi yang
menarik.
4. Mengapa ia suka mengamati sambil berpikir
keras (kadang keningnya mengkerut) mengenai benda di depannya? Ia berpikir
mengapa bisa begini ya? misalnya kok mainan bisa kedap kedip lampunya, atau kok
bisa bunyi kalau dipencet tombol yang biru, kenapa laci meja kalau didorong
bisa keluar masuk ya, dan lain-lain.
Ketika
usia toddler, panca indranya mulai terbentuk dengan sempurna. Ia tentu dapat
mempersepsi dunia sekelilingnya dengan lebih baik dengan panca indranya ini,
lewat pendengaran, penglihatan atau bahkan penciumannya. Tidak heran jika ia
akan berhenti sejenak dari lari-lariannya ketika melihat sesuatu hal, benda
atau kegiatan yang menarik perhatiannya.
Lain halnya dengan orang dewasa, usia toddler lebih mudah merasa tertarik atau
penasaran akan sesuatu hal, karena mungkin itu pertama kalinya ia melihat,
mendengar atau merasakan hal atau sesuatu tersebut. Maka jangan heran jika
wajahnya terkadang terlihat sangat serius memperhatikan, terlihat kaget dengan
penemuan yang ia temui atau tidak jarang juga yang tertawa atau menangis karena
sensasi yang ia temui tersebut. Biasanya dengan rasa ingin tahunya ia akan
melihat dengan seksama semua permukaan mainan atau benda tersebut, ia
bolak-balik, goyang-goyang atau mungkin dipukul-pukul dengan benda keras. Panca
indranya ini yang membantunya memuaskan rasa ingin tahunya tersebut. Ia ingin
tahu warnanya, bunyinya dan mungkin juga rasanya.
5. Apakah si kecil memiliki tingkat kecerdasan
berbeda dari yang lainnya?
Tingkat inteligensia atau kecerdasan anak yang mempunyai
rasa ingin tahu yang tinggi bisa jadi termasuk baik atau mempunyai potensial
yang baik paling tidak hal tersebut menjadi dasar kemampuan belajar anak
dikemudian hari dengan rasa ingin tahunya. Perlu diketahui orang tua bahwa
belajar tidak hanya duduk dan memperhatikan guru dikelas, belajar bisa dimana
pun dan kapanpun. adapun demikian, rasa ingin tahu beberapa anak mungkinkah
tidak hanya sekitar sesuatu yang berhubungan dengan matematika atau sains. Bisa
jadi Ia juga tertarik mengapa tanaman dapat tumbuh, mengapa kalau siang terang
kalau malam gelap. Atau mengapa ketika Ia mandi Ia suka menuangkan air dari
atas ke bawah. Atau pun juga rasa ingin tahunya mengapa temannya terlihat marah
ketika mainannya diambil.
Satu hal yang telah dibuktikan dari penelitian di
Universitas di Amerika Serikat, USC dan UC Riverside, hasilnya adalah anak-anak yang mempunyai rasa keingintahuan yang baik
ternyata menghasilkan skor yang lebih baik pada test inteligensi ketika usia
remaja. Mereka juga menunjukkan kemampuan skolastik dan kemampuan membaca
yang lebih baik. Jadi tidak ada salahnya jika kita sebagai orang tua terus
memupuk rasa ingin tahu sang anak, sehingga rasa ingin tahu atau rasa
penasarannya tersebut dapat bertahan sampai ia dewasa nantinya. Tentu saja
pupuk rasa ingin tahu yang tidak membahayakan keselamatannya.
6. Apakah potensi dibalik kegiatannya
tersebut?
Potensi dibalik semua kegiatan dan rasa ingin tahunya tersebut adalah artinya ia mempunyai rasa ingin tahu yang besar, yang akan membantunya menikmati proses belajar di kemudian hari. Anak dengan rasa ingin tahu yang besar mampu mendorong dirinya sendiri untuk mengeksplorasi lingkungan sekelilingnya untuk mencari informasi yang ia cari. Rasa ingin tahu yang besar juga membuat ia tidak mudah menyerah ketika menemui kesulitan di dalam menemukan suatu jawaban.
7. Bagi
orangtua yang tidak mengerti akan menganggap anak itu nakal karena suka merusak
mainannya. Misalnya anak suka bongkar pasang mainan. Jadi bagaimana sebaiknya
orangtua menghadapi atau menyikapinya?
Bagi orang tua yang Belum mengerti tentang rasa ingin tahu anaknya tersebut dan masih menganggapnya nakal. Orang tua perlu melihat sisi baiknya, dengan ia ingin mengetahui bagaimana cara mainannya bekerja atau menggunakan mainannya untuk hal lain. Artinya anak sedang mengembangkan kemampuan berpikirnya, kemampuan untuk mencari jawaban dari rasa ingin tahunya dan juga kemampuan belajar serta kemampuan berpikir kritis dan kreatifnya.
Orang tua perlu mendukung rasa ingin tahu anaknya. Jika
anak bertanya, coba terangkan sebisa orang tua dengan bahasa yang sederhana dan
sesuai usia anak. Jika orang tua tidak tahu jawaban dari pertanyaan sang anak,
tidak perlu khawatir. Ketidaktahuan adalah hal yang wajar dan manusiawi, anak
juga perlu mengetahui hal tersebut sehingga ia tidak merasa malu atau takut
ketika tidak tahu sesuatu hal sehingga tidak suka bertanya. Cukup jawab,” wah
mama tidak tahu, mari kita cari tahu”. Orang tua dan anak bias mencari
jawabannya di tempat lain misalnya orang lain, buku, perpustakaan atau bahkan
di internet sekali pun.
Orang tua juga dapat memupuk rasa ingin tahu sang anak,
dengan mengajukan pertanyaan yang membuat sang anak menjadi berpikir. Think
aloud atau wonder aloud juga dapat digunakan. Misalnya ketika ada pohon yang
bergoyang ditiup angin, orang tua dapat berpikir secara lantang, “wah, mengapa
ya pohonnya bergerak? Oh, ternyata ada angin dari arah sana. Maka pohonnya
bergerak kearah lain.”
Belikanlah atau buatlah mainan anak yang sesuai dengan
usia anak. Dengan demikian mainannya pun juga mendukung kemampuan berpikir dan
mendorong rasa ingin tahunya. Jika orang tua takut mainannya menjadi berantakan
atau rusak, ada baiknya pilih mainan yang kuat atau yang lebih murah. Sehingga
ketika mainannya dibongkar pasang, orang tua tidak terlalu sakit hati, anak pun
dapat lebih memuaskan rasa ingin tahunya.
8. Apakah sudah dapat terlihat bakat atau
minat pada diri anak tersebut?
Bisa jadi sudah dapat terlihat, tetapi
untuk lebih adil bagi sang anak berikan juga ia pilihan kegiatan yang lain
sehingga ia pun juga merasa punya andil untuk menentukan minatnya. Misalnya ia tertarik dengan balok dan
alat-alat elektronik yang ia bongkar pasang, namun jangan lupa bagi orang tua
untuk mengenalkannya dengan kegiatan lain seperti finger painting, bernyanyi
atau memasak. Sejalan dengan bertambahnya usia, mungkin sang anak juga akan
mengalami perubahan minat akan kegiatannya. Hal ini bukan hal yang buruk. Bosan
atau tertarik dengan hal lain, tentu tidak dapat dipaksakan. Berikan sang anak
kesempatan untuk mencoba kegiatan lain, pancing ia untuk mengetahui hal lain.
Dengan terekspos dengan berbagai minat dan kegiatan, ketika dewasa ia dapat
menentukan sendiri minatnya.
9. Jika ya, kira-kira bakat dan minat seperti
apa?
Minat
mungkin dapat terlihat, bahwa ada hal-hal yang membuat ia tertarik. Tidak ada
salahnya bagi orang tua untuk mengikuti perkembangan sang anak, termasuk
perkembangan minatnya. Jika ternyata berhitung adalah minatnya, ia menghitung
segala barang yang ia punya, atau menghitung segala barang yang ibunya punya.
Dukunglah minat berhitungnya dengan memberikan buku cerita mengenai angka dan
hitungan yang sesuai dengan usianya. Jika ia senang dengan bentuk-bentuk
geometris lewat balok-baloknya, maka berikanlah mainan atau buku cerita yang
berhubungan dengan bentuk-bentuk geometris.
Bakat
awal mungkin dapat terlihat, jika minatnya pada matematika dan kegiatan sains,
maka bisa jadi kemampuan berpikir logisnya sedang terbentuk. Kemampuannya dalam
menganalisa suatu masalah juga sedang terbentuk. Kemampuan ini perlu terus
dipupuk dan didukung dengan cara menyediakan kebutuhannya dalam memenuhi rasa
ingin tahunya.
10. Apa saja yang harus dilakukan orangtua agar
tidak salah dalam menyikapi kegiatan anak tersebut?
Buat
aturan yang membuat sang anak lebih teratur, aman dan tidak melakukan hal yang
membahayakan. Rasa ingin tahu memang harus dipupuk tapi aturan juga masih harus
ada. Aturan dibuat bukan untuk membatasi sang anak dalam berpikir atau mencari
jawaban dari keingintahuannya, tetapi untuk membuat dirinya lebih teratur dalam
berpikir dan mencari jawaban dengan lebih teratur dan terencana. Misalnya: jika
sang anak ingin bermain dengan alat elektronik, pastikan sang anak tidak
berhubungan dengan arus listrik. Jika sang anak ingin tahu tentang api,
kenalkan juga pada bahaya api, sehingga ia tahu batasannya.Jika sang anak ingin
memecahkan telur untuk tahu apa isinya, sediakan wadah dan lap untuk
membersihkan bersama.
11. Jika sudah terlihat bakat dan minatnya
sejak dini, bagaimana mengarahkannya?
Jika
sudah terekspos dengan berbagai kegiatan dan ketertarikannya dan ia tetap
memilih di suatu kegiatan yang ia terlihat mahir melaksanakannya dan ia
menyukai kegiatan tersebut, maka bisa jadi kegiatan yang berhubungan dengan
matematika atau sains adalah minatnya.
Agar
minatnya bertahan dan membuat ia selalu tertarik untuk mencari tahu. Orang tua
dapat menyediakan kegiatan-kegiatan menyenangkan yang berhubungan dengan
matematika dan sains. Misalnya untuk matematika: Permainan memisahkan mainan
berdasarkan warnanya, lalu menghitungnya. Atau permainan membedakan mana yang
besar dan mana yang kecil ukurannya. Untuk permainan yang berhubungan dengan
sains misalnya permainan menuang air ke dalam wadah yang berbeda dan menebak
wadah mana yang lebih berat airnya. Atau permainan perubahan bentuk, misalnya
membuat es batu dari sirup. Buat sirup, cair lalu masukkan ke cetakan es batu
dan masukkan ke freezer, terangkan bahwa freezer dingin dan dapat dingin
merubah air menjadi padat yaitu es.Lalu orang tua dan anak dapat menikmati
sirup dan es batunya bersama-sama.
12. Tips-tips bagi orangtua?
Bagi orang tua dengan anak dalam tahap
toddler yang sedang membuncah rasa ingin tahunya, berikut adalah beberapa tips yang dapat diterapkan sehingga rasa ingin tahunya tersebut dapat
dipupuk dan bertahan sampai ia dewasa.
·
Eksplorasi yang bersifat intelektual
dimulai dari eksplorasi fisik.
Ketika seorang anak lebih banyak dilarang atau dimarahi ketika ia melakukan
sesuatu atau bertanya tentang sesuatu. Maka ia akan belajar bahwa ia tidak
boleh bertanya atau mencoba hal baru. Seorang balita yang terus menerus
dilarang untuk memanjat (dibanding yang hanya diawasi ketika ia memanjat untuk
keselamatannya), tidak akan menjadi eksplorer baik secara fisik ataupun mental.
semakin banyak orang tua mengatakan ‘tidak’ pada sang anak, maka semakin banyak
hambatan di dalam pikirannya dan inteligensi anak yang terbentuk pasti lebih
rendah dari anak yang dibiarkan untuk eksplorasi. Anak memang perlu belajar
tentang aturan dan batasan, tetapi bukan dalam hambatan mencoba dan berpikir.
·
Berikan mainan yang sesuai dengan usianya.
Jangan buang uang anda untuk mainan edukatif dengan berbagai janjinya.
Kebanyakan mainan tersebut justru dibuktikan kurang bisa memenuhi janjinya
tersebut. Mainan universal yang membutuhkan pemikiran lebih dapat dimainkan
secara kreatif, daripada mainan yang sudah diatur. Mainan klasik dari jaman
dahulu kala justru masih lebih baik seperti balok-balok, cat air, krayon,
boneka tangan, tanah liat, lilin malam, boneka, boneka binatang sampai
kendaraan mini yang dapat ia naiki. Daripada permainan yang sudah ada aturannya
atau dengan karakter spesifik atau dengan alur cerita yang sudah ada, lebih
baik permainan bebas yang menggunakan imajinasi. Dengan permainan bebas, sang
anak dapat berlatih mengembangkan imajinasi dan kemampuan berpikirnya.
·
Dorong anak untuk melakukan percobaan atau
kegiatan eksperimen yang dapat mereka bersihkan sendiri
Anak-anak pada dasarnya adalah ilmuwan alami, mereka belajar dengan
melakukan (learning by doing). Mereka akan melakukan eksperimen hanya untuk
melihat apa yang akan terjadi. Mereka akan mencari tahu apa yang akan terjadi
ketika telur pecah.Lalu bagaimana dengan anak-anak yang tidak mau mencoba?
Bersabarlah dan dorong mereka untuk mencoba dan katakan bahwa tidak apa-apa
jika sedikit berantakan atau kotor.Dorong juga sang anak untuk membersihkannya
bersama anda, meskipun pada awalnya sang anak malah membuat semakin kotor
jangan larang dia, karena itu adalah awal tumbuhnya kompetensi dan tanggung
jawab dari dirinya.
·
Berikan pertanyaan-pertanyaan yang menggali
cara pikir mereka daripada membanjiri mereka dengan wejangan atau fakta-fakta.
Memang benar bahwa setiap interaksi orang tua dengan anak adalah momen
pembelajaran, tetapi hendaknya orang tua berhati-hari dengan apa yang
diajarkan. Jangan hanya mengajarkan tentang fakta atau hal yang sudah pasti,
tapi juga ajarkan tentang bagaimana menghargai keindahan alam, menikmati
keindahan langit saat matahari terbenam, misalnya dengan mengajukan pertanyaan?
Mataharinya mau kemana ya dek? Kira-kira kenapa ya kalau malam itu gelap? Kenapa
ya kak kok bentuk bulan berubah-ubah? Berikan kesempatan bagi mereka untuk
membuat teorinya sendiri, berikan bagi mereka untuk bebas bertanya tentang
hal-hal yang ingin mereka ketahui. Keindahan-keindahan alam lah yang membuat
mereka tertarik untuk mencari tahu, ketika mereka ingin tahu pasti mereka akan
mencari jawabannya sampai dapat termasuk fakta-fakta yang ada dibaliknya.
·
Berikan pertanyaan yang bersifat open ended
untuk mengetahui cara pikirnya
Berikan pertanyaan yang tidak bersifat benar atau salah atau pertanyaan
yang dapat terjawab dengan ya atau tidak. Tanyakan tentang perasaannya,
tanyakan bagaimana rasanya setelah melakukan kegiatan tadi, minta ia untuk
ceritakan bagaimana kejadiannya yang menarik perhatiannya tersebut. Tipe-tipe
pertanyaan seperti ini membantu sang anak untuk membangun kemampuan berpikirnya
dan kemampuannya dalam menyuarakan idenya. Kemampuan dalam menunjukkan
ketertarikannya dan kesukaannya. Dan hal-hal ini akan mempermudah anda sebagai
orang tua untuk melihat kehidupan di dalam diri anak anda.
·
Berikan contoh ketertarikan atas kerja alam
sekitarnya – wonder aloud
Anak pasti akan mengikuti dan mencontoh model terdekat yaitu orang tuanya.
Sebagai orang tuanya, anda dapat memberikan contoh kepada anak-anak anda
bagaimana caranya berpikir secara lantang tentang ketertarikan anda atas alam
sekitar. Ketika anda berjalan-jalan keluar, cobalah berpikir mengapa pohon,
langit dan bintang bisa seperti itu. Biarkanlah anak anda melihat anda mencari
ketertarikan anda sendiri, apakah anda tertarik untuk memasak, membaca atau
melukis.
·
Ikuti minat dan perkembangan minatnya
dengan seksama
Dukung minat alami anak. Anak belajar banyak dari kegiatan-kegiatan yang
menarik perhatian dan menumbuhkan imajinasinya. Jika ia menyukai musik, mainkan
permainan yang lebih banyak menggunakan musik, membuat dan memainkan alat
musik, bernyanyi atau berdansa bersama. Jika ternyata hewan-hewan adalah hal
kesukaannya, berikan dia permainan yang berhubungan dengan binatang, misalnya
berburu cicak sambil menghitung cicak di langit-langit atau di dinding. Atau
jika ia menyukai burung, amati burung-burung yang berkicau di pagi hari, di
pohon atau di halaman rumah anda. Atau andapun bisa mencarikan buku-buku yang
berhubungan dengan hewan dan bacakan kepadanya isi buku tersebut.
·
Berikan jawaban atas pertanyaan mereka
dengan bahasa jelas, sederhana dan sesuai dengan usia serta pemahaman mereka.
Jawaban anda tentang pertanyaan darimana ia berasal dari anak 3 tahun dan
13 tahun tentu akan berbeda. Oleh karena itu, berikanlah jawaban yang sesuai
dengan usia dan pemahamannya.Yang terpenting adalah, ketika anak bertanya, umur
berapapun ia, coba anda tanyakan dulu pendapat dia tentang pertanyaan tadi.
Jangan sampai ketika anda sudah terangkan panjang lebar dengan susah payah,
ternyata yang ia ingin tahu dari daerah mana ia berasal, apakah seperti ayahnya
yang dari pekalongan atau seperti ibunya yang dari Jakarta. Dan ketika anda
tidak tahu jawabannya, katakanlah bahwa anda tidak tahu. Hal ini memberitahu
mereka bahwa tidaklah mengapa jika kita tidak mengetahui semua hal. Hal ini
juga memberikan contoh bagi mereka bagaimana mencari jawaban dari suatu hal
yang tidak mereka tahu. Pergilah ke perpustakaan, carilah jawabannya di
internet atau telepon seseorang yang menurut anda tahu jawabannya.
·
Kunjungilah perpustakaan.
Memang sepertinya di kota kita tidak banyak ada perpustakaan, jika tidak
ada kunjungilah taman bacaan terdekat atau toko buku. Buku adalah jendela untuk
ke segala penjuru dunia yang dapat memuaskan rasa ingin tahu sang anak. Anak
yang terekspos dengan buku sedari dini maka ketika dewasa ia menjadi anak yang
lebih senang membaca. Biarkan anak anda sendiri yang memilih buku untuknya.
Yang terpenting adalah minat membacanya dan rasa ingin tahunya tersalurkan.
·
Buatlah lingkungan rumah yang menarik dan
membuat rasa ingin tahunya menjadi lebih baik. – poster, gambar, warna
Anak-anak suka melihat warna-warna dan gambar yang menarik. Atau
suara-suara yang berirama seperti lagu. Mereka tertarik dengan sekelilingnya.
Dengan adanya gambar-gambar yang menarik, foto keluarga atau lagu-lagu yang
diputar di rumah membuat lingkungannya tetap kaya akan stimulus yang membuat ia
tetap terasah rasa ingin tahunya. Ubahlah gambar-gambar yang menarik setiap
bulannya sehingga ia tetap tertarik.
·
Bimbing kegiatannya, jangan melarangnya
Cobalah perhatikan apa yang membuat ia tertarik, kemampuan apa yang
sedang ia coba pelajari dan ciptakanlah tempat yang aman dan nyaman untuk ia
bereksplorasi sekelilingnya. Ketika sang balita anda sedang senang mengamati
tanaman, berikanlah beberapa bibit tanaman dan pot kecil untuk ia
bereksperimen. Jika anak anda sedang senang memasukkan mainannya ke dalam
kulkas, jangan cepat-cepat larang dia, tanyakan alasannya, apa yang ingin ia
lihat. Ajak ia mencoba membuat es batu atau es dari sirup, agar rasa
penasarannya dapat terjawab tentang perubahan bentuk karena dinginnya kulkas.
Dengan demikian anak juga belajar cara menyelesaikan suatu permasalah, bersikap
kreatif dan mencari cara yang diterima orang lain untuk melakukan apa yang
ingin ia eksperimenkan.
·
Sediakan waktu untuk aktivitas bebas. –
kegiatan imajinatif – balok disusun menjadi burger atau balok disusun menjadi
permainan angry birds.
Lebih banyak gunakan permainan universal seperti balok-balok, kotak
kosong, air, pasir, tepung, lilin malam, tanah liat. Mainan main seperti ini
dapat dimainkan secara imajinatif dan kreatif. Orang tua tidak perlu
menerangkan apa yang harus sang anak lakukan dengan permainan-permainan
tersebut. Biarkan rasa ingin tahu dan kreatifitas anak anda yang mengeluarkan
ide-idenya. Misalnya saja mereka dapat menggunakan balok-balok mainan mereka
disusun dan dijadikan burger atau pizza mainan, atau balok-balok tersebut sang
anak susun seperti dipermainan angry birds. Biarkanlah imajinasi dan rasa ingin
tahunya yang bekerja.
Referensi :
Hodges, Di.
(2000). 501 TV FREE Activities for Kids. Australia : Hinkler Books Pty Ltd.
Latimes.com
Ahaparenting.com
Zerotothree.org
Jika ada pertanyaan atau bingung mengenai hal-hal psikologis lainnya, anda dapat bertanya kepada saya atau mengirimkan email ke jessika15@gmail.com.
les apa yang cocok dengan anak yang punya karakter seperti diatas?
BalasHapuskebetulan anak saya 4 th laki-laki, punya karakter seperti diatas.
trimakasih
Kebetulan anak saya yang laki-laki dua-duanya juga punya kebiasaan seperti yang tertulis di artikel bahkan hampir setiap mainan yang saya kasih selalu rusak dibongkar. Kalau menurut saya cocoknya dileskan bela diri, tujuannya untuk menghabiskan energinya di luar rumah, Selain itu les menulis juga cocok. Karena menurut pengalaman saya justru anak saya hiper aktif. Bahkan guru sekolahnya sempat kasih saran saya untuk ke psikologi demi membangun intelegensinya ke arah positif.
BalasHapus